Sabtu, 10 Maret 2018

contoh karya ilmiah

KENAKALAN REMAJA

(MEMENUHI TUGAS PELAJARAN BAHASA INDONESIA)

 





                                                                                                                       





                                                          
DISUSUN OLEH :
Ø DIAZ ADITYA NUGRAHA
Ø MUHAMMAD YUSUP
Ø NADHIFA SALSABILA P
Ø NENDEN A N
Ø SATRIA BERNALDY





SMPN 1 CISAYONG
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidahnya saya diberikan kesehatan untuk dapat menyelesaikan tugas karya tulis ilmiah ini. Salawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw beserta para keluarga dan sohabatnya.
Karya tulis ilmiah ini diajukan sebagai salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia pada program Ujian Praktek SMPN 1 Cisayong, dimana judul Karya Tulis Ilmiah ini adalah “ Pergaulan Remaja Menurut Ajaran Islam”.
Akhirnya karya tulis ilmiah ini dapat terselesaikan pada waktu yang diharapkan.Laporan ini disusun berdasarkan penelitian, namun dalam penyusunan ini dirasa masih jauh dari kata sempurna.Oleh karena itu, saran dan kritik yang mendukung dari pembaca sangat diperlukan. Saya berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi siswa-siswi SMP 1 Cisayong
Amin…
Wabillihi taufik walhidayah,
Wassalammu’alaikum Wr.Wb.














DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ 2
DAFTAR ISI...................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................. 4
1.1. Latar Belakang Masalah............................................................................................... 4
1.2. Rumusan Masalah......................................................................................................... 6
1.3. Tujuan Penulisan........................................................................................................... 6
1.4. Manfaat Penulisan........................................................................................................ 6
1.5. Jalan Keluar.................................................................................................................. 6

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................. 7
2.1. Pengertian Pergaulan.................................................................................................... 7
2.2. Landasan Perlunya Pergaulan....................................................................................... 8
2.3. Faktor Utama Dalam Pergaulan................................................................................... 8

BAB III PANDANGAN AJARAN ISLAM TERHADAP PERGAULAN.................... 11
3.1. Perkebangan Alam Pemikiran Umat Islam................................................................... 11
3.2. Pergaulan Secara Islami................................................................................................ 11
3.3. Percintaan Remaja Dalam Pandangan Islam................................................................ 12

BAB IV PENUTUP dan KESIMPULAN......................................................................... 14
4.1. PENUTUP.................................................................................................................... 14
4.2. KESIMPULAN........................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 15




BAB I. PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG MASALAH
Remaja adalah generasi penerus yang akan membangun bangsa ke arah yang lebih baik yang mempunyai pemikiran jauh ke depan dan kegiatannya yang dapat menguntungkan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Maka dari itu remaja tersebut harus mendapatkan perhatian khusus, baik oleh dirinya sendiri, orang tua, dan masyarakat sekitar.
Pergaulan remaja saat ini perlu mendapat sorotan yang utama, karena pada masa sekarang pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan dikarenakan perkembangan arus modernisasi yang mendunia serta menipisnya moral serta keimanan seseorang khususnya remajanya pada saat ini. Ini sangat mengkhawatirkan bangsa karena ditangan generasi mudalah bangsa ini akan dibawa, baik buruknya bangsa ini sangat tergantung dengan generasi muda.
Generasi muda saat ini kurang memiliki rasa cinta tanah air, ini dapat dilihat dari lebih gemarnya anak muda untuk pergi ke bioskop dari pada ke museum-museum sejarah perjuangan bangsa, mengapa hal ini bisa terjadi? ada beberapa kemungkinan yang dapat kita ambil dari hal tersebut yakni yang pertama kurangnya pemupukan rasa cinta tanah air semenjak kecil, sinetron-sinetron yang ditayangkan ditelevisi merupakan tayangan yang kurang produktif bagi perkembangan anak selain itu hal-hal yang terkait dengan bangsa ini tidak mendapat sorotan yang tajam mengenai budaya, masalah sosial yang dapat menimbulkan rasa cinta tanah air.
Hal lain yang dapat menjadi penyebab yakni pendidikan yang kurang sehingga dapat menyebabkan seseorang tidak tau akan bangsanya sendiri. Pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan ini dapat dilihat dari beberapa hal yakni tingginya angka pemakai narkoba dan adanya seks bebas dikalangan remaja, angka remaja yang melakukan seks bebas hingga saat ini mencapai 50 persen ramaja melakukan hubungan seks diluar nikah.
Ini sangat mengkawatirkan bagi bangsa Indonesia krisis moral yang terjadi dikalangan remaja yang menyebabkan seks bebas dapat terjadi.
Banyak kita baca di media massa maupun kita lihat di media elektronik adanya remaja yang berprestasi juga ada remaja yang melakukan tindakan atau perbuatan yang merugikan dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Pada makalah ini kami akan mencoba membahas cara mengatasi pergaulan bebas terhadap remaja.
Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Bergaul dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang sangat mendasar, bahkan bisa dikatakan wajib bagi setiap manusia yang masih hidup di dunia ini. Akan menjadi sesuatu yang aneh atau bahkan sangat langka, jika ada orang yang mampu hidup sendiri.Karena memang begitulah kodrat manusia. Manusia membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Tidak ada mahluk yang sama seratus persen di dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-beda.Meski ada persamaan, tapi tetap semuanya berbeda.
Begitu halnya dengan manusia.Lima milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri, sifat, karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat wajar ketika nantinya dalam bergaul sesama manusia akan terjadi banyak perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku. Allah mencipatakan kita dengan segala perbedaannya sebagai wujud keagungan dan kekuasaan-Nya.
Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita.Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadinya kecil, tetapi karena salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar.
Itulah perbedaan.Tak ada yang dapat membedakan kita dengan orang lain, kecuali karena ketakwaannya kepada Allah Swt. Seperti yang tercantum pada QS. Al Hujurat:13 yang bunyinya, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”




















21.2 RUMUSAN MASALAH
1.2.1. Bagaimana etika bergaul dalam agama islam..?
1.2.2. Bagaimana cara bergaul yang baik menurut ajaran islam?
1.2.3. Apa saja hal yang harus dijaga agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas?
1.3. TUJUAN PENULISAN
1.3.1. Untuk mengetahui etika bergaul yang baik menurut ajaran islam.
1.3.2. Untuk mengetahui cara bergaul yang baik menurut ajaran islam.
1.3.3. Untuk mengetahui hal yang harus dijaga agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.
1.4. MANFAAT PENULISAN
Manfaat penulisan ini yaitu menjelaskan secara mendalam dan terperinci tentang pergaulan remaja masa kini menurut pandangan islam.
1.5. JALAN KELUAR
1.5.1. Menanamkan Nilai Ketimuran
1.5.2. Mengurangi menonton televisi
1.5.3. Banyak beraktifitas positif
1.5.4. Menanamkan keimanan yang kokoh
1.5.5. Sosialisasi bahaya pergaulan bebas
1.5.6. Menegakkan aturan hukum
1.5.7. Munakahat (Pernikahan)









BAB II. PEMBAHASAN                                  
2.1. Pengertian Remaja dan Pergaulan
Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai dengan sosial budaya setempat. Menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) batasan usia remaja adalah 12 sampai 24 tahun. Sedangkan dari segi program pelayanan, definisi remaja yang digunakan oleh Departemen Kesehatan adalah mereka yang berusia 10 sampai 19 tahun dan belum kawin.Sementara itu, menurut BKKBN (Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak Reproduksi) batasan usia remaja adalah 10 sampai 21 tahun.
Masa remaja juga biasanya dikaitkan dengan masa “puber” atau pubertas.Istilah “puber” kependekan dari “pubertas”, berasal dri bahasa Latin.Pubertas berarti kelaki-lakian dan menunjukan kedewasaan yg dilandasi oleh sifat-sifat kelaki-lakian dan ditandai oleh kematangan fisik. Istilah “puber” sendiri berasal dari akar kata ”pubes”, yg berarti rambut-rambut kemaluan, yg menandakan kematangan fisik. Dengan demikian, masa pubertas meliputi masa peralihan dari masa anak sampai tercapainya kematangan fisik, yakni dari umur 12 tahun sampai 15 tahun. Pada masa ini terutama terlihat perubahan-perubahan jasmaniah berkaitan dengan proses kematangn jenis kelamin.
Terlihat pula adanya perkembangan psikososial berhubungan dengan ber fungsinya kita dalam lingkungan social, yakni dengan melepaskan diri dari ketergantungan penuh kepada orangtua, pembentukan rencana hidup dan system nilai-nilai yg baru.
Dalam literature Barat, remaja juga disebu sebagai adolescent dan masa remaja disebut sebagai adolescentia atau adolesensia.
Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Munculnya istilah pergaulan bebas seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam peradaban umat manusia, kita patut bersyukur dan bangga terhadap hasil cipta karya manusia, karena dapat membawa perubahan yang positif bagi perkembangan / kemajuan industri masyarakat.Tetapi perlu disadari bahwa tidak selamanya perkembangan membawa kepada kemajuan, mungkin bisa saja perkembangan itu dapat membawa kepada kemunduran.Dalam hal ini adalah dampak negatif yang diakibatkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, salah satunya adalah budaya pergaulan bebas tanpa batas.
Pergaulan remaja saat ini perlu mendapat sorotan yang utama, karena pada masa sekarang pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan dikarenakan perkembangan arus modernisasi yang mendunia serta menipisnya moral serta keimanan seseorang khususnya remajanya pada saat ini. Ini sangat mengkhawatirkan bangsa karena ditangan generasi mudalah bangsa ini akan dibawa, baik buruknya bangsa ini sangat tergantung dengan generasi muda.
Munculnya istilah pergaulan bebas seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam peradaban umat manusia, kita patut bersyukur dan bangga terhadap hasil cipta karya manusia, karena dapat membawa perubahan yang positif bagi perkembangan / kemajuan industri masyarakat.Tetapi perlu disadari bahwa tidak selamanya perkembangan membawa kepada kemajuan, mungkin bisa saja kemajuan itu dapat membawa kepada kemunduran.Dalam hal ini adalah dampak negatif yang diakibatkan oleh perkembangan iptek, salah satunya adalah budaya pergaulan bebas tanpa batas.
Dilihat dari segi katanya dapat ditafsirkan dan dimengerti apa maksud dari istilah pergaulan bebas. Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan. Islam telah mengatur bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis. Hal ini telah tercantum dalam surat An – Nur ayat 30 – 31. Telah dijelaskan bahwa hendaknya kita menjaga pandangan mata dalam bergaul.Lalu bagaiamana hal yang terjadi dalam pergaulan bebas?Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan – aturan yang telah Allah tetapkan dalam etika pergaulan.Karena dalam pergaulan bebas itu tidak dapat menjamin kesucian seseorang.
2.2. Landasan Perlunya Pergaulan
Tidak ada mahluk yang sama seratus persen di dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-beda.Meski ada persamaan, tapi tetap semuanya berbeda.Begitu halnya dengan manusia.Lima milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri, sifat, karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat wajar ketika nantinya dalam bergaul sesama manusia akan terjadi banyak perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku. Allah mencipatakan kita dengan segala perbedaannya sebagai wujud keagungan dan kekuasaan-Nya.
Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita.Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadinya kecil, tetapi karena salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan. Tak ada yang dapat membedakan kita dengan orang lain, kecuali karena ketakwaannya kepada Allah SWT (QS.Al_Hujurat[49]:13)
Perbedaan bangsa, suku, bahasa, adat, dan kebiasaan menjadi satu paket ketika Allah menciptakan manusia, sehingga manusia dapat saling mengenal satu sama lainnya. Sekali lagi tak ada yang dapat membedakan kecuali ketakwaannya.

2.3. Faktor Utama Dalam Pergaulan
1. Ta’aruf.
Apa jadinya ketika seseorang tidak mengenal orang lain? Mungkinkah mereka akan saling menyapa? Mungkinkah mereka akan saling menolong, membantu, atau memperhatikan? Atau mungkinkah ukhuwah islamiyah akan dapat terwujud? Begitulah, ternyata ta’aruf atau saling mengenal menjadi suatu yang wajib ketika kita akan melangkah keluar untuk bersosialisasi dengan orang lain. Taaruf yaitu upaya untuk saling mengenal dan mengetahui keadaan secara jelas, baik yang menyangkut kepribadian maupun keada’an keluarga.Dengan ta’aruf kita dapat membedakan sifat, kesukuan, agama, kegemaran, karakter, dan semua ciri khas pada diri seseorang. Contoh sikap positif ta’aruf dalam pergaulan remaja, antara lain : Saling mengenal satu sama lain, Saling mengetahui satu sama lain, dan Saling bergaul satu sama lain. Dampak-dampak Ta’aruf dalam pergaulan remaja, antara lain : Menambah banyaknya teman sehingga memperluas persaudara’an, Mengurangi dan menanggulangi munculnya musuh; Menambah suasana riang karena banyak teman; Dapat tukar menukar pengalaman dan pengetahuan, Terwujudnya kerukunan hidup sesama remaja, Sebagai sarana membina persatuan dan kesatuan bangsa, dan Dapat dijadikan sarana penyebaran informsi sehingga terbuka peluang kerja.
2. Tafahum
Memahami, merupakan langkah kedua yang harus kita lakukan ketika kita bergaul dengan orang lain. Setelah kita mengenal seseorang pastikan kita tahu juga semua yang ia sukai dan yang ia benci. Tafahum yaitu upaya untuk saling memahami dan mengetahui secara mendalam keadaan secara jelas, baik yang menyangkut kepribadian maupun keada’an keluarga. Sikap positif tafahum dalam pergaulan remaja, antara lain : saling memahami satu sama lain; saling mengetahui satu sama lain, dan saling bergaul satu sama lain. Dampak-dampak Tafahumdalam pergaulan remaja, antara lain : Menambah banyaknya teman sehingga memperluas persaudara’an; Mengurangi dan menanggulangi munculnya musuh; Menambah suasana riang karena banyak teman; Dapat tukar menukar pengalaman dan pengetahuan; Terwujudnya kerukunan hidup sesama remaja; Sebagai sarana membina persatuan dan kesatuan bangsa; Dapat dijadikan sarana penyebaran informasi sehingga terbuka peluang kerja; Teman akan memahami kita. Inilah bagian terpenting dalam pergaulan.
Dengan memahami kita dapat memilah dan memilih siapa yang harus menjadi teman bergaul kita dan siapa yang harus kita jauhi, karena mungkin sifatnya jahat. Sebab, agama kita akan sangat ditentukan oleh agama teman dekat kita. Masih ingat ,”Bergaul dengan orang shalih ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi, yang selalu memberi aroma yang harum setiap kita bersama dengannya. Sedang bergaul dengan yang jahat ibarat bergaul dengan tukang pandai besi yang akan memberikan bau asap.
Tak dapat dipungkiri, ketika kita bergaul bersama dengan orang-orang shalih akan banyak sedikit membawa kita menuju kepada kesalihan. Dan begitu juga sebaliknya, ketika kita bergaul dengan orang yang akhlaknya buruk, pasti akan membawa kepada keburukan perilaku ( akhlakul mazmumah)
3. Ta’awun.
Setelah mengenal dan memahami, rasanya ada yang kurang jika belum tumbuh sikap ta’awun.Ta’awun yaitu upaya untuk saling menolong. Karena inilah sesungguhnya yang akan menumbuhkan rasa cinta pada diri seseorang kepada kita. Bahkan Islam sangat menganjurkan kepada ummatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Sikap positif Ta’awun dalam pergaulan remaja, antara lain : Memberi bantuan seseorang, menjenguk seseorang yang sakit, meringankan penderitaan seseorang, menutupi aib seseorang.
Rasullulloh SAW telah mengatakan bahwa bukan termasuk umatnya orang yang tidak peduli dengan urusan umat Islam yang lain.
Ta’aruf, tafahum , dan ta’awun telah menjadi bagian penting yang harus kita lakukan. Tapi, semua itu tidak akan ada artinya jika dasarnya bukan ikhlas karena Allah. Ikhlas harus menjadi sesuatu yang utama, termasuk ketika kita mengenal, memahami, dan saling menolong.


4. Tasamuh
Tasamuh yaitu upaya untuk sama-sama berbuat baik dan saling berbuat baik.Tasamuh bisa diwujudkan dengan meningkatkan rasa saling menghargai terhadap sesama manusia.Perbedaan bukan alasan bagi kita untuk terpecah.Seperti yang telah kita ketahui, manusia adalah makhluk sosial. Setiap manusia membutuhkan manusia yang lain. Oleh karena itu, kita harus saling menghargai terhadap sesama.Baik yang berbeda suku, warna kulit, maupun agama.
Sikap positif Tasamuh dalam pergaulan remaja, antara lain : Tidak mengganggu ketenangan tetangga, Tidak melarang tetangga apabila ingin menanam pohon di batas kebunnya, Menyukai sesuatu buat tetangganya sebagaimana ia menyukai buat dirinya sendiri. Dampak-dampak tasamuh dalam pergaulan remaja, antara lain : terwujudnya kesatuan dan persatuan generasi muda, terjalinnya hubungan batin hidup yang mesra antar sesama remaja, terwujudnya kehidupan yang rukun dan damai, tercapainya ketenteraman batin hidup bersama.



















BAB III
PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERGAULAN

A. Perkembangan Alam Pemikiran Umat Islam
Perkembangn Ilmu Pengetahuan di dunia Islam, pengetahuan akal dan intelektual merupakan suatu dorongan intristik dan inheren dalam ajaran islam. Pada masa daulah Abbasiah, Ibukota Baghdad menjadi pusat Intelektual Muslim, dimana terjadi pengembangan Ilmun Pengetahuan dan kebudayaan Islam.Sekolah-sekolah dan Akademik muncul disetiap pelosok.Perpustakaan-perpustakaan umum yang besar didirikan dan terbuka untuk siapapun sehingga pemikiran Filosofis-filosofis besar zaman klasik dipelajari berdampingan dengan Ilmu Islam.Bila dianalisis lebih lanjut sampai periode-periode ini kaum Intelektual Islam identik dengan Ulama.Apalagi bila diingat bahwa Ulama dalam Pengertian aslinya orang berilmu.Ilmu yang dikuasainya itu tidak terbatas pada Ilmu Agama saja.Pendapat ini biasa dipegang karena kegiatan Intelektual itu tumbuh karena manusia sibuk dengan urusan Agama.Mereka ini disebut intelektual atau Ulama klasik yang oleh Shill sebagai intelektual lama atau intelektual sacral dari Abad Pertengahan.
Demikianlah sejarah perkembangan Intelektual Muslim pada masa yang disebut Harun Nasution sebagai periode klasik (650-1250) yang merupkan zaman kemajuan, dimasa inilah berkembangnya dan munculnya ilmu pengetahuan, baik dalam bidang agama maupun Non Agama dan Kebudayaan Islam. Zaman inilah yang menghasilkan Ulama besar seperti Imam Malik, Abu Hanafi, Imam As-syafi’i dan Imam Ibnu Hambali dalam Bidang Hukum, Teologi Zunnunal Misri, Abu Yzaud Al-Butami dan Al-Hallaj dalam mistimisme atau tasawuf, dll.
Pada masa kejayaan ini perkembangan intelektual muslim mencapai puncaknya sehingga cenderung membentuk pemikiran bebas ( rasionalisme ). Keadaan ini menimbulkan pertentanagn dan kecemasan dikalangan sebagian kaum intelektual muslim, pemikiran ini ditentang oleh Al-Ghazali (1059-1111). Sampai sekarang diakui bahwa periode sejarah peradaban Islam serta pendidikan yang paling cemerlang terjadi pada masa pemerintahan daulah Abbasyiah di Baghdad (750-1285 M) dan Daulah Umayyah di Spanyol (711-1492 M).Dengan adanya suatu perkebangan pemikiran maka secara langsung manusia memiliki suatu kompetensi untuk melakukan suatu pergaulan yang lebih maju dari sebelumnya
B. Pergaulan Remaja Secara Islami
Pergaulan remaja secara islami adalah remaja yang sopan terhadap sesama muslim dan remaja yang sopan dalam berpakaian dan dengan kata-kata yang lembut dan tertutup. Memang remaja yang seperti ini, kalau menurut zaman sekarang adalah zaman kuno,akan tetapi menurut ajaran Islam adalah wanita harus menutup auratnya dan dilarang memperlihatkan anggota tubuhnya yang sexy itu karena aurat wanita itu sangat mahal harganya.
Remaja seperti ini biasanya jarang suka bergabung dengan teman-temannya lain, karena dia lebih suka mengurung diri dan lebih sering sholat,mengaji, dll.
Yang harus dihindari pada wanita muslim adalah sebagai berikut :
– Wanita muslim itu dilarang berpandangan mata dengan yang bukan muhrimnya.
– Wanita muslim dilarang berpegangan tangan ataupun berciuman dan biasanya remaja sekarang itu tidak mengetahui ajaran Islam yang sebenarnyadan selalu ikut-ikut zaman sekarang.
-Wanita muslim dilarang membuka auratnya. Dan biasanya wanita sekarang banyak kita temui dan selalu membuka auratnya dan memperlihatkan ke-sexy-annya pada lawan jenisnya.
Ketika seseorang menjadi remaja, maka dia dibesarkan untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama, sebagaimana yang diwajibkan kepada orang dewasa.Dua sudah bertanggung-jawab kepada Allah SWT atas segala yang dilakukan. Setiap kesalahan yang dilakukan akan dicatat sebagai dosa dan setiap kebaikan dicatat sebagai amal sholeh yang akan mendapatkan pahala.
C. Percintaan Remaja Dalam Pandangan Islam
Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk.Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga’ terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul ‘udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo’ kagak terpenuhi manusia ngga’ bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga’ tenang) sampe’ terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
1. Gharizatul Baqa’
(naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, dll.
2. Gharizatut Tadayyun
(naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
3. Gharizatun Nau’
(naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.
Pacaran dalam Perspektif Islam
Kenyataannya, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q. S. Al Isra’ : 32)
Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas lain yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampai – sampai waktu sholat sempat teringat si do’i.Intinya aktivitas pacaran itu dekat sekali dengan zina.Jadi kesimpulannya, PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, dan tidak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetap saja pacaran itu haram.
Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud: “Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu maka menikahlah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan.Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu.”(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: “Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya.” (HR. Imam Bukhari Muslim).
Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.” (Q. S. An Nuur : 31).
Dan juga sabda Nabi: “Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu.” (HR. Thabrany).
Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA’ (ketentuan) Allah, dimana manusia tidak punya andil menentukan sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur’an: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).”












BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
1. Etika bergaul yang baik menurut islam yaitu menyangkut larangan-larangan yang harus dijaga oleh manusia sesuai dengan apa yang telah di ungkapkan oleh telah ajaran islam.Yaitu bedasarkan Al-Qur’an dan hadist.
2. Tata cara bergaul yang baik menurut ajaran islam yaitu dimana kita dapat menyesuaikan diri dengan orang yang kita hadapi yang sesuai dengan kaidah – kaidah agama yang telah ada.Sehingga kiata dapat mengetahui batasan – batasan terhadap dalam pergaulan sesuai tingkatan usia.
3. Dari penjelasan – penjelasan yang sudah saya simpulkan di atas kita dapat mengetahui bahwa akibat pergaulan bebas dapat merusak diri – sendiri dan menghancurkan masa depan kita. Dengan akibat pergaulan bebas dapat menjerumuskan kita pada tindakan – tindakan negatif lainnya.Di samping itu, dengan akibat pergaulan bebas berarti telah mendaftarkan diri kita pada pergaulan yang merusak moral.
SARAN
1. Agar kita harus senantiasa membaca dan mempelajari Al-Q ur’an dan hadist tentang etika pergaulan yang baik.Sehingga kita dapat mengetahui dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Saran saya sebagai penulis adalah kita harus memiliki suatu batasan – batasan tentang hidup khususnya dalam pergaulan.Supaya kita dapat bergaul sesuai dengan apa yang diajarkan oleh agama.
3. Saran saya pada pembaca yaitu agar mengetahui informasi tentang akibat pergaulan bebas sedini mungkin agar kita tidak terjerumus pada pergaulan bebas yang dapat merusak moral kita sebagai umat muslim.Hendaklah kita selalu menjaga diri kita dari ligkungan yang tidak benar, karena sudah dijelaskan bahwa pergaulan itu dapat merusak moral kita.








DAFTAR PUSTAKA

1. http://abygunlar.blogspot.com/2012/05/dampak-pergaulan-bebas-terhadap-remaja.html
2. http://lianlubis.wordpress.com/2010/03/18/“dampak-pergaulan-bebas-terhadap-remaja/

3. Husniaty, E.Noor. 2006. Menjadi Remaja Kreatif Dan Mandiri.Yogyakarta: Dozz publisher

Tidak ada komentar:

Posting Komentar