KENAKALAN REMAJA
(MEMENUHI
TUGAS PELAJARAN BAHASA INDONESIA)
DISUSUN OLEH :
Ø DIAZ ADITYA NUGRAHA
Ø MUHAMMAD YUSUP
Ø NADHIFA SALSABILA P
Ø NENDEN A N
Ø SATRIA BERNALDY
SMPN 1 CISAYONG
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr.Wb
Puji
syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidahnya saya
diberikan kesehatan untuk dapat menyelesaikan tugas karya tulis ilmiah ini.
Salawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw beserta para
keluarga dan sohabatnya.
Karya
tulis ilmiah ini diajukan sebagai salah satu tugas mata pelajaran Bahasa
Indonesia pada program Ujian Praktek SMPN 1 Cisayong, dimana judul Karya Tulis
Ilmiah ini adalah “ Pergaulan Remaja Menurut Ajaran Islam”.
Akhirnya
karya tulis ilmiah ini dapat terselesaikan pada waktu yang diharapkan.Laporan
ini disusun berdasarkan penelitian, namun dalam penyusunan ini dirasa masih
jauh dari kata sempurna.Oleh karena itu, saran dan kritik yang mendukung dari
pembaca sangat diperlukan. Saya berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi
siswa-siswi SMP 1 Cisayong
Amin…
Wabillihi
taufik walhidayah,
Wassalammu’alaikum
Wr.Wb.
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR........................................................................................................ 2
DAFTAR ISI...................................................................................................................... 3
BAB I
PENDAHULUAN.................................................................................................. 4
1.1.
Latar Belakang Masalah............................................................................................... 4
1.2.
Rumusan Masalah......................................................................................................... 6
1.3.
Tujuan Penulisan........................................................................................................... 6
1.4.
Manfaat Penulisan........................................................................................................ 6
1.5.
Jalan Keluar.................................................................................................................. 6
BAB
II PEMBAHASAN .................................................................................................. 7
2.1.
Pengertian Pergaulan.................................................................................................... 7
2.2.
Landasan Perlunya Pergaulan....................................................................................... 8
2.3.
Faktor Utama Dalam Pergaulan................................................................................... 8
BAB
III PANDANGAN AJARAN ISLAM TERHADAP PERGAULAN.................... 11
3.1.
Perkebangan Alam Pemikiran Umat Islam................................................................... 11
3.2.
Pergaulan Secara Islami................................................................................................ 11
3.3.
Percintaan Remaja Dalam Pandangan Islam................................................................ 12
BAB
IV PENUTUP dan KESIMPULAN......................................................................... 14
4.1.
PENUTUP.................................................................................................................... 14
4.2.
KESIMPULAN........................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 15
BAB I. PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG MASALAH
Remaja
adalah generasi penerus yang akan membangun bangsa ke arah yang lebih baik yang
mempunyai pemikiran jauh ke depan dan kegiatannya yang dapat menguntungkan diri
sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Maka dari itu remaja tersebut harus
mendapatkan perhatian khusus, baik oleh dirinya sendiri, orang tua, dan
masyarakat sekitar.
Pergaulan
remaja saat ini perlu mendapat sorotan yang utama, karena pada masa sekarang
pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan dikarenakan perkembangan arus
modernisasi yang mendunia serta menipisnya moral serta keimanan seseorang
khususnya remajanya pada saat ini. Ini sangat mengkhawatirkan bangsa karena
ditangan generasi mudalah bangsa ini akan dibawa, baik buruknya bangsa ini
sangat tergantung dengan generasi muda.
Generasi
muda saat ini kurang memiliki rasa cinta tanah air, ini dapat dilihat dari
lebih gemarnya anak muda untuk pergi ke bioskop dari pada ke museum-museum
sejarah perjuangan bangsa, mengapa hal ini bisa terjadi? ada beberapa
kemungkinan yang dapat kita ambil dari hal tersebut yakni yang pertama kurangnya
pemupukan rasa cinta tanah air semenjak kecil, sinetron-sinetron yang
ditayangkan ditelevisi merupakan tayangan yang kurang produktif bagi
perkembangan anak selain itu hal-hal yang terkait dengan bangsa ini tidak
mendapat sorotan yang tajam mengenai budaya, masalah sosial yang dapat
menimbulkan rasa cinta tanah air.
Hal
lain yang dapat menjadi penyebab yakni pendidikan yang kurang sehingga dapat
menyebabkan seseorang tidak tau akan bangsanya sendiri. Pergaulan remaja saat
ini sangat mengkhawatirkan ini dapat dilihat dari beberapa hal yakni tingginya
angka pemakai narkoba dan adanya seks bebas dikalangan remaja, angka remaja
yang melakukan seks bebas hingga saat ini mencapai 50 persen ramaja melakukan
hubungan seks diluar nikah.
Ini
sangat mengkawatirkan bagi bangsa Indonesia krisis moral yang terjadi
dikalangan remaja yang menyebabkan seks bebas dapat terjadi.
Banyak
kita baca di media massa maupun kita lihat di media elektronik adanya remaja
yang berprestasi juga ada remaja yang melakukan tindakan atau perbuatan yang
merugikan dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar. Pada makalah ini
kami akan mencoba membahas cara mengatasi pergaulan bebas terhadap remaja.
Pergaulan
adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Bergaul dengan
orang lain menjadi satu kebutuhan yang sangat mendasar, bahkan bisa dikatakan
wajib bagi setiap manusia yang masih hidup di dunia ini. Akan menjadi sesuatu
yang aneh atau bahkan sangat langka, jika ada orang yang mampu hidup
sendiri.Karena memang begitulah kodrat manusia. Manusia membutuhkan kehadiran
orang lain dalam kehidupannya. Tidak ada mahluk yang sama seratus persen di
dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-beda.Meski ada persamaan, tapi
tetap semuanya berbeda.
Begitu
halnya dengan manusia.Lima milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri,
sifat, karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat wajar
ketika nantinya dalam bergaul sesama manusia akan terjadi banyak perbedaan
sifat, karakter, maupun tingkah laku. Allah mencipatakan kita dengan segala
perbedaannya sebagai wujud keagungan dan kekuasaan-Nya.
Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul
atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita.Anggaplah itu merupakan hal
yang wajar, sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang
wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadinya kecil, tetapi
karena salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar.
Itulah
perbedaan.Tak ada yang dapat membedakan kita dengan orang lain, kecuali karena
ketakwaannya kepada Allah Swt. Seperti yang tercantum pada QS. Al Hujurat:13
yang bunyinya, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling
mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara
kamu.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
21.2
RUMUSAN MASALAH
1.2.1.
Bagaimana etika bergaul dalam agama islam..?
1.2.2.
Bagaimana cara bergaul yang baik menurut ajaran islam?
1.2.3.
Apa saja hal yang harus dijaga agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas?
1.3.
TUJUAN PENULISAN
1.3.1.
Untuk mengetahui etika bergaul yang baik menurut ajaran islam.
1.3.2.
Untuk mengetahui cara bergaul yang baik menurut ajaran islam.
1.3.3.
Untuk mengetahui hal yang harus dijaga agar tidak terjerumus dalam pergaulan
bebas.
1.4.
MANFAAT PENULISAN
Manfaat
penulisan ini yaitu menjelaskan secara mendalam dan terperinci tentang
pergaulan remaja masa kini menurut pandangan islam.
1.5.
JALAN KELUAR
1.5.1.
Menanamkan Nilai Ketimuran
1.5.2.
Mengurangi menonton televisi
1.5.3.
Banyak beraktifitas positif
1.5.4.
Menanamkan keimanan yang kokoh
1.5.5.
Sosialisasi bahaya pergaulan bebas
1.5.6.
Menegakkan aturan hukum
1.5.7.
Munakahat (Pernikahan)
BAB
II. PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian Remaja dan Pergaulan
Remaja
didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.
Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai dengan sosial budaya setempat. Menurut
WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) batasan usia remaja adalah 12 sampai 24
tahun. Sedangkan dari segi program pelayanan, definisi remaja yang digunakan
oleh Departemen Kesehatan adalah mereka yang berusia 10 sampai 19 tahun dan
belum kawin.Sementara itu, menurut BKKBN (Direktorat Remaja dan Perlindungan
Hak Reproduksi) batasan usia remaja adalah 10 sampai 21 tahun.
Masa
remaja juga biasanya dikaitkan dengan masa “puber” atau pubertas.Istilah
“puber” kependekan dari “pubertas”, berasal dri bahasa Latin.Pubertas berarti
kelaki-lakian dan menunjukan kedewasaan yg dilandasi oleh sifat-sifat
kelaki-lakian dan ditandai oleh kematangan fisik. Istilah “puber” sendiri
berasal dari akar kata ”pubes”, yg berarti rambut-rambut kemaluan, yg
menandakan kematangan fisik. Dengan demikian, masa pubertas meliputi masa
peralihan dari masa anak sampai tercapainya kematangan fisik, yakni dari umur
12 tahun sampai 15 tahun. Pada masa ini terutama terlihat perubahan-perubahan
jasmaniah berkaitan dengan proses kematangn jenis kelamin.
Terlihat
pula adanya perkembangan psikososial berhubungan dengan ber fungsinya kita
dalam lingkungan social, yakni dengan melepaskan diri dari ketergantungan penuh
kepada orangtua, pembentukan rencana hidup dan system nilai-nilai yg baru.
Dalam
literature Barat, remaja juga disebu sebagai adolescent dan masa remaja disebut
sebagai adolescentia atau adolesensia.
Pergaulan
adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Munculnya
istilah pergaulan bebas seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam peradaban umat manusia, kita patut bersyukur dan bangga
terhadap hasil cipta karya manusia, karena dapat membawa perubahan yang positif
bagi perkembangan / kemajuan industri masyarakat.Tetapi perlu disadari bahwa
tidak selamanya perkembangan membawa kepada kemajuan, mungkin bisa saja
perkembangan itu dapat membawa kepada kemunduran.Dalam hal ini adalah dampak negatif
yang diakibatkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, salah
satunya adalah budaya pergaulan bebas tanpa batas.
Pergaulan
remaja saat ini perlu mendapat sorotan yang utama, karena pada masa sekarang
pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan dikarenakan perkembangan arus
modernisasi yang mendunia serta menipisnya moral serta keimanan seseorang
khususnya remajanya pada saat ini. Ini sangat mengkhawatirkan bangsa karena
ditangan generasi mudalah bangsa ini akan dibawa, baik buruknya bangsa ini sangat
tergantung dengan generasi muda.
Munculnya istilah pergaulan bebas seiring dengan berkembangnya ilmu
pengetahuan dan tekhnologi dalam peradaban umat manusia, kita patut bersyukur
dan bangga terhadap hasil cipta karya manusia, karena dapat membawa perubahan
yang positif bagi perkembangan / kemajuan industri masyarakat.Tetapi perlu
disadari bahwa tidak selamanya perkembangan membawa kepada kemajuan, mungkin
bisa saja kemajuan itu dapat membawa kepada kemunduran.Dalam hal ini adalah
dampak negatif yang diakibatkan oleh perkembangan iptek, salah satunya adalah
budaya pergaulan bebas tanpa batas.
Dilihat
dari segi katanya dapat ditafsirkan dan dimengerti apa maksud dari istilah
pergaulan bebas. Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan
bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses bergaul
dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan. Islam telah
mengatur bagaimana cara bergaul dengan lawan jenis. Hal ini telah tercantum
dalam surat An – Nur ayat 30 – 31. Telah dijelaskan bahwa hendaknya kita
menjaga pandangan mata dalam bergaul.Lalu bagaiamana hal yang terjadi dalam
pergaulan bebas?Tentunya banyak hal yang bertolak belakang dengan aturan –
aturan yang telah Allah tetapkan dalam etika pergaulan.Karena dalam pergaulan
bebas itu tidak dapat menjamin kesucian seseorang.
2.2.
Landasan Perlunya Pergaulan
Tidak
ada mahluk yang sama seratus persen di dunia ini. Semuanya diciptakan Allah
berbeda-beda.Meski ada persamaan, tapi tetap semuanya berbeda.Begitu halnya
dengan manusia.Lima milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri, sifat,
karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat wajar ketika
nantinya dalam bergaul sesama manusia akan terjadi banyak perbedaan sifat,
karakter, maupun tingkah laku. Allah mencipatakan kita dengan segala
perbedaannya sebagai wujud keagungan dan kekuasaan-Nya.
Maka
dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau
bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita.Anggaplah itu merupakan hal yang
wajar, sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar
dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadinya kecil, tetapi karena salah
menyikapi, akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan. Tak ada yang dapat
membedakan kita dengan orang lain, kecuali karena ketakwaannya kepada Allah SWT
(QS.Al_Hujurat[49]:13)
Perbedaan
bangsa, suku, bahasa, adat, dan kebiasaan menjadi satu paket ketika Allah
menciptakan manusia, sehingga manusia dapat saling mengenal satu sama lainnya.
Sekali lagi tak ada yang dapat membedakan kecuali ketakwaannya.
2.3.
Faktor Utama Dalam Pergaulan
1.
Ta’aruf.
Apa
jadinya ketika seseorang tidak mengenal orang lain? Mungkinkah mereka akan
saling menyapa? Mungkinkah mereka akan saling menolong, membantu, atau memperhatikan?
Atau mungkinkah ukhuwah islamiyah akan dapat terwujud? Begitulah, ternyata
ta’aruf atau saling mengenal menjadi suatu yang wajib ketika kita akan
melangkah keluar untuk bersosialisasi dengan orang lain. Taaruf yaitu upaya
untuk saling mengenal dan mengetahui keadaan secara jelas, baik yang menyangkut
kepribadian maupun keada’an keluarga.Dengan ta’aruf kita dapat membedakan
sifat, kesukuan, agama, kegemaran, karakter, dan semua ciri khas pada diri
seseorang. Contoh sikap positif ta’aruf dalam pergaulan remaja, antara lain :
Saling mengenal satu sama lain, Saling mengetahui satu sama lain, dan Saling
bergaul satu sama lain. Dampak-dampak Ta’aruf dalam pergaulan remaja, antara
lain : Menambah banyaknya teman sehingga memperluas persaudara’an, Mengurangi
dan menanggulangi munculnya musuh; Menambah suasana riang karena banyak teman;
Dapat tukar menukar pengalaman dan pengetahuan, Terwujudnya kerukunan hidup
sesama remaja, Sebagai sarana membina persatuan dan kesatuan bangsa, dan Dapat
dijadikan sarana penyebaran informsi sehingga terbuka peluang kerja.
2.
Tafahum
Memahami,
merupakan langkah kedua yang harus kita lakukan ketika kita bergaul dengan
orang lain. Setelah kita mengenal seseorang pastikan kita tahu juga semua yang
ia sukai dan yang ia benci. Tafahum yaitu upaya untuk saling memahami dan
mengetahui secara mendalam keadaan secara jelas, baik yang menyangkut
kepribadian maupun keada’an keluarga. Sikap positif tafahum dalam pergaulan
remaja, antara lain : saling memahami satu sama lain; saling mengetahui satu
sama lain, dan saling bergaul satu sama lain. Dampak-dampak Tafahumdalam
pergaulan remaja, antara lain : Menambah banyaknya teman sehingga memperluas
persaudara’an; Mengurangi dan menanggulangi munculnya musuh; Menambah suasana
riang karena banyak teman; Dapat tukar menukar pengalaman dan pengetahuan;
Terwujudnya kerukunan hidup sesama remaja; Sebagai sarana membina persatuan dan
kesatuan bangsa; Dapat dijadikan sarana penyebaran informasi sehingga terbuka
peluang kerja; Teman akan memahami kita. Inilah bagian terpenting dalam
pergaulan.
Dengan
memahami kita dapat memilah dan memilih siapa yang harus menjadi teman bergaul
kita dan siapa yang harus kita jauhi, karena mungkin sifatnya jahat. Sebab,
agama kita akan sangat ditentukan oleh agama teman dekat kita. Masih ingat
,”Bergaul dengan orang shalih ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi, yang
selalu memberi aroma yang harum setiap kita bersama dengannya. Sedang bergaul
dengan yang jahat ibarat bergaul dengan tukang pandai besi yang akan memberikan
bau asap.
Tak
dapat dipungkiri, ketika kita bergaul bersama dengan orang-orang shalih akan
banyak sedikit membawa kita menuju kepada kesalihan. Dan begitu juga
sebaliknya, ketika kita bergaul dengan orang yang akhlaknya buruk, pasti akan
membawa kepada keburukan perilaku ( akhlakul mazmumah)
3.
Ta’awun.
Setelah
mengenal dan memahami, rasanya ada yang kurang jika belum tumbuh sikap
ta’awun.Ta’awun yaitu upaya untuk saling menolong. Karena inilah sesungguhnya
yang akan menumbuhkan rasa cinta pada diri seseorang kepada kita. Bahkan Islam
sangat menganjurkan kepada ummatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan
takwa. Sikap positif Ta’awun dalam pergaulan remaja, antara lain : Memberi
bantuan seseorang, menjenguk seseorang yang sakit, meringankan penderitaan
seseorang, menutupi aib seseorang.
Rasullulloh
SAW telah mengatakan bahwa bukan termasuk umatnya orang yang tidak peduli
dengan urusan umat Islam yang lain.
Ta’aruf,
tafahum , dan ta’awun telah menjadi bagian penting yang harus kita lakukan.
Tapi, semua itu tidak akan ada artinya jika dasarnya bukan ikhlas karena Allah.
Ikhlas harus menjadi sesuatu yang utama, termasuk ketika kita mengenal,
memahami, dan saling menolong.
4.
Tasamuh
Tasamuh
yaitu upaya untuk sama-sama berbuat baik dan saling berbuat baik.Tasamuh bisa
diwujudkan dengan meningkatkan rasa saling menghargai terhadap sesama
manusia.Perbedaan bukan alasan bagi kita untuk terpecah.Seperti yang telah kita
ketahui, manusia adalah makhluk sosial. Setiap manusia membutuhkan manusia yang
lain. Oleh karena itu, kita harus saling menghargai terhadap sesama.Baik yang
berbeda suku, warna kulit, maupun agama.
Sikap
positif Tasamuh dalam pergaulan remaja, antara lain : Tidak mengganggu
ketenangan tetangga, Tidak melarang tetangga apabila ingin menanam pohon di
batas kebunnya, Menyukai sesuatu buat tetangganya sebagaimana ia menyukai buat
dirinya sendiri. Dampak-dampak tasamuh dalam pergaulan remaja, antara lain :
terwujudnya kesatuan dan persatuan generasi muda, terjalinnya hubungan batin
hidup yang mesra antar sesama remaja, terwujudnya kehidupan yang rukun dan
damai, tercapainya ketenteraman batin hidup bersama.
BAB
III
PANDANGAN
HUKUM ISLAM TERHADAP PERGAULAN
A.
Perkembangan Alam Pemikiran Umat Islam
Perkembangn
Ilmu Pengetahuan di dunia Islam, pengetahuan akal dan intelektual merupakan
suatu dorongan intristik dan inheren dalam ajaran islam. Pada masa daulah
Abbasiah, Ibukota Baghdad menjadi pusat Intelektual Muslim, dimana terjadi
pengembangan Ilmun Pengetahuan dan kebudayaan Islam.Sekolah-sekolah dan
Akademik muncul disetiap pelosok.Perpustakaan-perpustakaan umum yang besar
didirikan dan terbuka untuk siapapun sehingga pemikiran Filosofis-filosofis
besar zaman klasik dipelajari berdampingan dengan Ilmu Islam.Bila dianalisis
lebih lanjut sampai periode-periode ini kaum Intelektual Islam identik dengan
Ulama.Apalagi bila diingat bahwa Ulama dalam Pengertian aslinya orang
berilmu.Ilmu yang dikuasainya itu tidak terbatas pada Ilmu Agama saja.Pendapat
ini biasa dipegang karena kegiatan Intelektual itu tumbuh karena manusia sibuk
dengan urusan Agama.Mereka ini disebut intelektual atau Ulama klasik yang oleh
Shill sebagai intelektual lama atau intelektual sacral dari Abad Pertengahan.
Demikianlah
sejarah perkembangan Intelektual Muslim pada masa yang disebut Harun Nasution
sebagai periode klasik (650-1250) yang merupkan zaman kemajuan, dimasa inilah
berkembangnya dan munculnya ilmu pengetahuan, baik dalam bidang agama maupun
Non Agama dan Kebudayaan Islam. Zaman inilah yang menghasilkan Ulama besar
seperti Imam Malik, Abu Hanafi, Imam As-syafi’i dan Imam Ibnu Hambali dalam
Bidang Hukum, Teologi Zunnunal Misri, Abu Yzaud Al-Butami dan Al-Hallaj dalam
mistimisme atau tasawuf, dll.
Pada
masa kejayaan ini perkembangan intelektual muslim mencapai puncaknya sehingga
cenderung membentuk pemikiran bebas ( rasionalisme ). Keadaan ini menimbulkan
pertentanagn dan kecemasan dikalangan sebagian kaum intelektual muslim, pemikiran
ini ditentang oleh Al-Ghazali (1059-1111). Sampai sekarang diakui bahwa periode
sejarah peradaban Islam serta pendidikan yang paling cemerlang terjadi pada
masa pemerintahan daulah Abbasyiah di Baghdad (750-1285 M) dan Daulah Umayyah
di Spanyol (711-1492 M).Dengan adanya suatu perkebangan pemikiran maka secara
langsung manusia memiliki suatu kompetensi untuk melakukan suatu pergaulan yang
lebih maju dari sebelumnya
B.
Pergaulan Remaja Secara Islami
Pergaulan
remaja secara islami adalah remaja yang sopan terhadap sesama muslim dan remaja
yang sopan dalam berpakaian dan dengan kata-kata yang lembut dan tertutup.
Memang remaja yang seperti ini, kalau menurut zaman sekarang adalah zaman
kuno,akan tetapi menurut ajaran Islam adalah wanita harus menutup auratnya dan
dilarang memperlihatkan anggota tubuhnya yang sexy itu karena aurat wanita itu
sangat mahal harganya.
Remaja
seperti ini biasanya jarang suka bergabung dengan teman-temannya lain, karena
dia lebih suka mengurung diri dan lebih sering sholat,mengaji, dll.
Yang
harus dihindari pada wanita muslim adalah sebagai berikut :
–
Wanita muslim itu dilarang berpandangan mata dengan yang bukan muhrimnya.
–
Wanita muslim dilarang berpegangan tangan ataupun berciuman dan biasanya remaja
sekarang itu tidak mengetahui ajaran Islam yang sebenarnyadan selalu ikut-ikut
zaman sekarang.
-Wanita
muslim dilarang membuka auratnya. Dan biasanya wanita sekarang banyak kita
temui dan selalu membuka auratnya dan memperlihatkan ke-sexy-annya pada lawan
jenisnya.
Ketika
seseorang menjadi remaja, maka dia dibesarkan untuk menjalankan
kewajiban-kewajiban agama, sebagaimana yang diwajibkan kepada orang dewasa.Dua
sudah bertanggung-jawab kepada Allah SWT atas segala yang dilakukan. Setiap
kesalahan yang dilakukan akan dicatat sebagai dosa dan setiap kebaikan dicatat
sebagai amal sholeh yang akan mendapatkan pahala.
C.
Percintaan Remaja Dalam Pandangan Islam
Sebenarnya
manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu
yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut
pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk.Pertama, yang
menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga’ terpenuhi manusia
bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul ‘udwiyah),
seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua,
yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo’ kagak terpenuhi manusia ngga’
bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga’ tenang) sampe’ terpenuhinya tuntutan
tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di
bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
1.
Gharizatul Baqa’
(naluri
untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan,
pengen diakui, dll.
2.
Gharizatut Tadayyun
(naluri
untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk
melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
3.
Gharizatun Nau’
(naluri
untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) bisa berupa rasa sayang kita
kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada
lawan jenis.
Pacaran
dalam Perspektif Islam
Kenyataannya,
pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering
cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan
ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: “Dan janganlah kamu mendekati
zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan
yang buruk.” (Q. S. Al Isra’ : 32)
Seringkali
sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas lain yang hukumnya wajib maupun sunnah
jadi terlupakan. Sampai – sampai waktu sholat sempat teringat si do’i.Intinya
aktivitas pacaran itu dekat sekali dengan zina.Jadi kesimpulannya, PACARAN ITU
HARAM HUKUMNYA, dan tidak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau
berjuta alasan tetap saja pacaran itu haram.
Adapun
resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud: “Wahai generasi muda,
barang siapa di antara kalian telah mampu maka menikahlah. Karena sesungguhnya
pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan.Dan
barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa
itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu.”(HR. Bukhari, Muslim,
Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Jangan
suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton.
Seperti sabda nabi: “Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat
(berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang
dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya.” (HR.
Imam Bukhari Muslim).
Dan
untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang
para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.” (Q.
S. An Nuur : 31).
Dan
juga sabda Nabi: “Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara
kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu.” (HR. Thabrany).
Yang
perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA’ (ketentuan) Allah, dimana manusia
tidak punya andil menentukan sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari
jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur’an: “Wanita-wanita yang
keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk
laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang
baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh
mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).”
BAB
IV
PENUTUP
KESIMPULAN
1.
Etika bergaul yang baik menurut islam yaitu menyangkut larangan-larangan yang
harus dijaga oleh manusia sesuai dengan apa yang telah di ungkapkan oleh telah
ajaran islam.Yaitu bedasarkan Al-Qur’an dan hadist.
2.
Tata cara bergaul yang baik menurut ajaran islam yaitu dimana kita dapat
menyesuaikan diri dengan orang yang kita hadapi yang sesuai dengan kaidah –
kaidah agama yang telah ada.Sehingga kiata dapat mengetahui batasan – batasan
terhadap dalam pergaulan sesuai tingkatan usia.
3.
Dari penjelasan – penjelasan yang sudah saya simpulkan di atas kita dapat
mengetahui bahwa akibat pergaulan bebas dapat merusak diri – sendiri dan
menghancurkan masa depan kita. Dengan akibat pergaulan bebas dapat
menjerumuskan kita pada tindakan – tindakan negatif lainnya.Di samping itu,
dengan akibat pergaulan bebas berarti telah mendaftarkan diri kita pada
pergaulan yang merusak moral.
SARAN
1.
Agar kita harus senantiasa membaca dan mempelajari Al-Q ur’an dan hadist
tentang etika pergaulan yang baik.Sehingga kita dapat mengetahui dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2.
Saran saya sebagai penulis adalah kita harus memiliki suatu batasan – batasan
tentang hidup khususnya dalam pergaulan.Supaya kita dapat bergaul sesuai dengan
apa yang diajarkan oleh agama.
3.
Saran saya pada pembaca yaitu agar mengetahui informasi tentang akibat
pergaulan bebas sedini mungkin agar kita tidak terjerumus pada pergaulan bebas
yang dapat merusak moral kita sebagai umat muslim.Hendaklah kita selalu menjaga
diri kita dari ligkungan yang tidak benar, karena sudah dijelaskan bahwa
pergaulan itu dapat merusak moral kita.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
http://abygunlar.blogspot.com/2012/05/dampak-pergaulan-bebas-terhadap-remaja.html
2.
http://lianlubis.wordpress.com/2010/03/18/“dampak-pergaulan-bebas-terhadap-remaja/
3. Husniaty,
E.Noor. 2006. Menjadi Remaja Kreatif Dan Mandiri.Yogyakarta: Dozz publisher
Tidak ada komentar:
Posting Komentar